Seratus Dua Belas Lilin Cahaya
Seratus dua belas lilin, menyala dalam malam, Cahaya Ilahi, membasahi hati yang gersang. Muhammadiyah, sang rembulan di kalbu, Menyirami jiwa-jiwa haus, dengan kasih sayang yang lembut. Bukan sekadar angka, melainkan jejak langkah, Sebuah syair cinta, terukir di lembah waktu. Dari pesantren kecil, tunas harapan tumbuh, Menjadi pohon rindang, menaungi seluruh negeri. Seperti sungai […]
Seratus Dua Belas Lilin Cahaya Read Post »



